Cerita Hari Ini: Dari Sleman ke Sumberejo, Ikhtiar Panjang Membangun Desa

 

Aktifitas Kegiatan di Bumdes Sedyo Mukti

Pagi itu, Sleman menyambut langkah dengan udara yang masih bersih dan cahaya matahari yang pelan-pelan menghangatkan bumi. Dari sinilah perjalanan dimulai—sebuah perjalanan yang bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi ikhtiar panjang untuk meneguhkan komitmen membangun desa. Roda kendaraan bergerak meninggalkan Sleman, menyusuri jalan menuju Klaten, membawa harapan dan tanggung jawab yang tak ringan.

Tujuan pertama adalah BUMDes Sedyo Mukti Desa Sumberejo. Di tempat inilah gagasan besar tentang ketahanan pangan mulai diwujudkan dalam langkah nyata. Waktu tidak boleh terbuang, sebab kebutuhan warga adalah prioritas. Budidaya ayam dipilih sebagai awal—sebuah langkah sederhana namun strategis. Dari kandang-kandang yang mulai dipersiapkan, terbayang harapan: lapangan kerja terbuka, ekonomi warga bergerak, dan kemandirian desa perlahan tumbuh. Budidaya ini bukan sekadar usaha ternak, melainkan simbol tekad bersama untuk bangkit dan berdiri di atas kaki sendiri.

Aktifitas di KDMP Desa Sumberejo


Dari BUMDes, perjalanan berlanjut untuk mengecek pembangunan KDMP Desa Sumberejo. Aktivitas pembangunan terlihat jelas—cor beton yang sudah mulai dikerjakan menandai keseriusan dan progres yang tak bisa dipungkiri. Di sana, suara alat kerja dan langkah para pekerja seakan menjadi irama optimisme. Setiap sudut yang dibangun menyimpan harapan akan fasilitas yang kelak memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang kepercayaan dan tanggung jawab agar setiap proses berjalan sesuai rencana.

Menjelang siang hingga sore, agenda berlanjut ke Kantor BPD Sumberejo. Di ruang kerja yang sederhana namun penuh semangat, beberapa agenda penting diselesaikan—mulai dari penyusunan berita dan tulisan untuk berbagai kanal informasi, termasuk media online BPD. Kata demi kata dirangkai dengan hati-hati, sebab informasi adalah jembatan antara kerja nyata dan pengetahuan publik. Apa yang dikerjakan di lapangan harus sampai ke masyarakat secara jujur, utuh, dan membangun kepercayaan.

Kantor BPD Desa Sumberejo

Malam pun tiba, namun tugas belum usai. Hari ditutup dengan rapat koordinasi bersama Pemdes Sumberejo dan BPD. Suasana rapat berlangsung serius namun konstruktif. Fokus pembahasan mengerucut pada pengelolaan sampah Sumber Waras—sebuah persoalan klasik yang membutuhkan solusi kolektif. Beragam pandangan disampaikan, ide-ide dirumuskan, dan komitmen ditegaskan. Semua sepakat bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan soal kesehatan, lingkungan, dan masa depan desa.

Hari ini berakhir dengan rasa lelah yang bercampur syukur. Dari Sleman hingga Sumberejo, dari pagi hingga malam, setiap langkah adalah bagian dari pengabdian. Perjalanan ini mengajarkan bahwa membangun desa membutuhkan kesabaran, kolaborasi, dan keberanian untuk memulai. Karena dari langkah-langkah kecil yang konsisten, kesejahteraan besar bagi warga akan tumbuh dan mengakar.

Rapat koordinasi Pemdes dan BPD bahas sampah



Posting Komentar

0 Komentar