
Mesin cuci yang otomatis barcode qris langsung jalan terlihat 8 buat cuci dan 8 buat kering pakaian
Di sebuah sudut Jalan Damai, Ngaglik, Sleman, ada sebuah tempat sederhana yang belakangan ini menjadi buah bibir. Tidak ada papan nama besar, tidak ada spanduk mencolok, bahkan nyaris tanpa identitas resmi. Namun justru di sanalah keajaiban kecil itu terjadi: cuci dan kering baju hanya 10 ribu rupiah, selesai dalam 45 menit. Murah, cepat, dan praktis—sebuah kombinasi yang membuat siapa pun tersenyum puas.
Begitu melangkah masuk, suasana bersih dan rapi langsung terasa. Deretan mesin cuci dan pengering berdiri sejajar, berwarna putih bersih, bekerja tanpa henti. Lantainya mengilap, ruangan tertata lega, dengan kursi-kursi empuk yang disediakan bagi pelanggan yang menunggu. Warna dinding hijau dan kuning memberi kesan segar dan hangat, membuat waktu menunggu terasa jauh lebih singkat.
Yang paling mencuri perhatian adalah sistemnya yang serba otomatis. Tidak perlu antre lama, tidak perlu ribet menukar uang receh. Cukup scan QRIS, bayar, lalu mesin langsung bekerja. Praktis dan modern. Dalam hitungan detik, cucian pun mulai berputar, seakan menari mengikuti ritme kehidupan mahasiswa yang serba cepat dan efisien.
![]() |
| Para pelanggan santai menunggu cuciannya |
Tak heran jika tempat ini dipadati mahasiswa. Dari pagi hingga malam, selalu ada saja ransel kampus, jaket almamater, dan tas laundry yang silih berganti. Harga promo yang sangat ramah di kantong membuat tempat ini menjadi solusi ideal bagi mereka yang ingin hidup hemat tanpa mengorbankan kebersihan. Di sela menunggu cucian selesai, para pelanggan bisa menikmati WiFi gratis—dengan password yang unik dan mudah diingat: larismanis. Sebuah sentuhan kecil, namun terasa hangat dan bersahabat.
Mesin-mesin di sini bekerja dengan senyap dan efisien. Dalam waktu 45 menit, baju-baju sudah bersih dan kering, siap dilipat dan dibawa pulang. Tidak ada bau apek, tidak ada sisa lembap—hanya pakaian bersih yang rapi dan wangi. Banyak pelanggan yang awalnya datang karena penasaran promo, akhirnya kembali lagi karena kualitas dan kenyamanannya.
![]() |
| Spanduk promo nampak dari jalan raya |
Menariknya, meski tidak memiliki nama, tempat cuci ini justru hidup dari cerita ke cerita. Dari mulut ke mulut, dari grup WhatsApp kosan, hingga obrolan ringan di kampus. “Murah banget,” “Cepat dan bersih,” “Bayarnya tinggal scan”—kalimat-kalimat sederhana itu cukup untuk membuat tempat ini selalu ramai.
Di tengah mahalnya biaya hidup, kehadiran tempat cuci ini seperti oase kecil. Ia tidak menawarkan kemewahan, hanya kejujuran harga, kecepatan layanan, dan kepuasan pelanggan. Dan barangkali, di situlah letak kekuatannya. Sebuah tempat tanpa nama, namun meninggalkan kesan; sederhana, namun sangat berarti.
Jika suatu hari Anda melintas di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman, dan melihat sebuah tempat cuci yang ramai tanpa papan nama—besar kemungkinan itulah tempatnya. Datanglah, coba sendiri, dan rasakan mengapa banyak orang pulang dengan senyum puas dan cucian bersih di tangan.
![]() |
| Tempatnya sangat luas dan nyaman free wifi |



0 Komentar