
LATIF SARUDDIN
FOUNDER NOTOATI RESIKIATI
OWNER KULINER ONLINESHOP
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alhamdulillāh…
Dengan segala keterbatasan dan dosa yang kita miliki, Allah ﷻ masih memberikan kita kesempatan untuk merasakan Ramadhan. Bulan yang tidak hanya datang sebagai tamu, tapi sebagai penyejuk hati, penghapus luka, dan pengingat bahwa kita masih diberi waktu untuk kembali kepada-Nya.
Ramadhan itu kini telah pergi…
Pergi dengan begitu cepat, seolah baru kemarin kita memulainya dengan penuh harap, dan kini kita melepasnya dengan rasa haru yang dalam. Air mata yang jatuh di malam-malam terakhir menjadi saksi betapa kita belum tentu bisa bertemu lagi dengannya.
Kita pernah menangis dalam doa…
Kita pernah bersujud lebih lama dari biasanya…
Kita pernah merasa begitu dekat dengan Allah ﷻ…
Namun hari ini, kita berada di titik yang berbeda—Hari Raya Idul Fitri. Hari kemenangan. Hari di mana kita kembali kepada fitrah, kembali menjadi hamba yang bersih, dengan harapan dosa-dosa kita telah diampuni.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, bahwa orang yang berpuasa dengan iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Betapa indahnya janji itu… namun juga menjadi pertanyaan dalam hati kita:
Apakah kita termasuk di dalamnya?
Lebaran bukan sekadar pakaian baru, bukan sekadar hidangan melimpah, dan bukan sekadar perayaan. Lebaran adalah tentang hati yang kembali bersih… tentang jiwa yang kembali tenang… tentang diri yang kembali kepada Allah.
Namun yang paling menggetarkan adalah satu hal:
Tidak ada jaminan kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan…
Maka setelah Ramadhan pergi, apa yang tersisa dalam diri kita?
Apakah shalat kita tetap terjaga?
Apakah lisan kita tetap terjaga?
Apakah hati kita masih lembut seperti di bulan suci?
Jangan sampai Ramadhan hanya menjadi kenangan, tanpa perubahan.
Jangan sampai kita hanya menang secara lahir, namun kalah dalam menjaga istiqamah.
Hari ini… di hari yang penuh dengan maaf dan harapan ini…
Izinkan saya dengan segala kerendahan hati…
Memohon maaf atas segala salah dan khilaf…
Ucapan yang mungkin melukai…
Sikap yang mungkin menyakiti…
Dan perbuatan yang mungkin mengecewakan…
Taqabbalallahu minna wa minkum…
Semoga Allah menerima amal ibadah kita.
Jika Ramadhan ini adalah yang terakhir bagi kita…
Semoga kita pergi dalam keadaan yang Allah ridhoi…
Namun jika Allah masih memberi umur…
Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan dalam keadaan yang lebih baik… lebih siap… dan lebih pantas mendapatkan ampunan-Nya.
Mohon maaf lahir dan batin…
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
0 Komentar