Berikut 10 amalan “Noto Ati, Resiki Ati” (menata hati dan membersihkan hati) yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Konsep ini sangat penting karena dalam Islam hati adalah pusat keimanan dan perilaku manusia.
1. Taubat yang Tulus (Taubat Nasuha)
Membersihkan hati dimulai dari taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah.
Dalil Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”
(QS. At-Tahrim: 8)
Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Makna noto ati:
Orang yang bertaubat menata kembali arah hidupnya menuju Allah.
2. Dzikir Mengingat Allah
Dzikir adalah pembersih hati yang paling kuat.
Dalil Al-Qur’an:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Hadis:
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.”
(HR. Bukhari)
Makna resiki ati:
Hati yang sering berdzikir tidak mudah gelisah, iri, atau sombong.
3. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah obat bagi penyakit hati.
Dalil Al-Qur’an:
“Kami turunkan Al-Qur’an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman.”
(QS. Al-Isra: 82)
Makna:
Membaca Qur’an bukan hanya dilafalkan tetapi dipahami dan diamalkan.
4. Shalat dengan Khusyuk
Shalat adalah alat membersihkan jiwa dan hati dari keburukan.
Dalil Al-Qur’an:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-Ankabut: 45)
Makna noto ati:
Orang yang benar shalatnya akan tertata hatinya dan akhlaknya.
5. Bersedekah dan Berbagi
Sedekah membersihkan hati dari cinta dunia dan sifat kikir.
Dalil Al-Qur’an:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
(QS. At-Taubah: 103)
Makna resiki ati:
Memberi kepada orang lain membuat hati lembut dan penuh kasih.
6. Menjaga Lisan
Banyak kerusakan hati berasal dari ucapan yang tidak dijaga.
Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Makna:
Menjaga lisan berarti menjaga hati dari dosa.
7. Ikhlas dalam Amal
Ikhlas adalah inti dari kebersihan hati.
Dalil Al-Qur’an:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas dalam agama.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Hadis:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Makna noto ati:
Meluruskan niat agar amal hanya untuk Allah.
8. Menjauhi Hasad dan Dengki
Dengki adalah penyakit hati yang merusak pahala.
Hadis:
“Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu.”
(HR. Abu Dawud)
Makna resiki ati:
Hati yang bersih tidak iri atas nikmat orang lain.
9. Memperbanyak Istighfar
Istighfar adalah pembersih dosa dan karat hati.
Hadis:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya hatiku terkadang tertutup, dan aku beristighfar kepada Allah lebih dari 70 kali sehari.”
(HR. Muslim)
Makna:
Istighfar adalah cara cepat membersihkan hati dari noda dosa.
10. Bergaul dengan Orang Shalih
Lingkungan sangat mempengaruhi kebersihan hati.
Hadis:
“Seseorang mengikuti agama temannya, maka lihatlah dengan siapa ia berteman.”
(HR. Abu Dawud)
Makna noto ati:
Berkumpul dengan orang baik membuat hati ikut baik.
Kesimpulan
Noto Ati lan Resiki Ati dalam Islam berarti:
- Menata niat
- Membersihkan hati dari dosa
- Mendekatkan diri kepada Allah
Karena dalam Al-Qur’an Allah menegaskan:
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara: 88-89)
Artinya kesuksesan sejati bukan hanya dunia, tetapi membawa hati yang bersih ketika kembali kepada Allah.

0 Komentar